SENI TOPENG DAN TARI TOPENG MALANGAN


Seni  Topeng Malang berkembang seiring dengan perkembangan tari Topeng itu sendiri. Oleh karena Topeng-topeng  yang ada dibuat dalam rangka memenuhi kebutuhan dalam lakon2 di seni wayang maupun tari topeng malangan. Menurut beberapa pengrajin Topeng  malang, memang ada beberapa Pakem dalam pembuatan seni Topeng Malang dengan tokoh tertentu semisal tokoh panji, Tokoh Patih, Tokoh Bapang. Namun dengan sedikit imaginatif mereka juga dapat menggali tokoh2  sejarah malang untuk di “Topengkan”. Semisal Tokoh Ken Arok, Ken Ndedes, dan tokoh2 lainnya.

Sebenarnya Tari Topeng hampir punah ketika masa penjajahan, dimana  hanya pejabat tinggi atau pemerintah Kolonial belanda saja yang mengerti tentang Tari Topeng.

Tetapi ada seorang pelayan belanda bernama Panji Reni yang ditugaskan mencuci topeng, Ia kemudian tertarik untuk mempelajari tari tersebut.

Akhirnya, ia mencoba membuat topeng di Polowijen, Blimbing dan ternyata hasilnya sangat memuaskan. Kemudian, ayah Pak karimun (Ki Man) juga mempelajari tari Topeng tersebut dan mancoba membuat topeng di Kedung Monggo, kecamatan Pakisaji, Malang.

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s